Denpasar – Program Studi Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang pendidikan dokter spesialis. dr. Dorothy Eugene Nindya Wiharjanto, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah FK UNS, berhasil meraih Peringkat I Ujian Kompetensi Nasional Kolegium Ilmu Bedah Indonesia (KIBI) pada September 2026.


Ujian Kompetensi Nasional Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kolegium Ilmu Bedah Indonesia sebagai salah satu tahapan penting dalam proses pendidikan dan evaluasi kompetensi calon dokter spesialis bedah di Indonesia.

Pada pelaksanaan tahun 2026 tersebut, sebanyak 16 peserta dari berbagai institusi pendidikan dokter spesialis bedah di Indonesia mengikuti ujian kompetensi nasional. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret mengirimkan enam kandidat PPDS Ilmu Bedah, yaitu:
- dr. Sujek Miko Eka Putra
- dr. Arga Scorpianus Renardi
- dr. Dony Marthen Bani
- dr. Radian Dwi Desianto
- dr. Dorothy Eugene Nindya Wiharjanto
- dr. Mohamad Rifki Adli Mustawan


Setelah melalui rangkaian proses penilaian, seluruh kandidat lulus dengan nilai yang memuaskan dan dr. Dorothy Eugene Nindya Wiharjanto berhasil meraih Peringkat I Ujian Kompetensi Nasional Kolegium Ilmu Bedah Indonesia tahun 2026.
Pencapaian tersebut merupakan prestasi yang membanggakan bagi Program Studi Ilmu Bedah FK UNS dan keluarga besar Bedah Solo. Keberhasilan ini menjadi cerminan dari dedikasi, kerja keras, serta penguasaan keilmuan dan kompetensi di bidang ilmu bedah yang telah dibangun selama menjalani pendidikan dokter spesialis.




Prestasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi civitas akademika FK UNS, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik Program Studi Ilmu Bedah FK UNS untuk terus mengembangkan kompetensi, menjunjung tinggi profesionalisme, serta memberikan kontribusi terbaik dalam pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu bedah di Indonesia.


